Perseteruan antara raksasa Hollywood dan perusahaan teknologi raksasa Tiongkok, ByteDance, semakin memanas. Setelah Disney dan Paramount, kini giliran Warner Bros. Discovery yang melayangkan surat peringatan keras (cease-and-desist) kepada induk perusahaan TikTok tersebut terkait penggunaan tanpa izin kekayaan intelektual (IP) mereka dalam platform video AI terbaru, Seedance 2.0.
Tuduhan Pelanggaran Hak Cipta Massal
Dalam surat yang ditandatangani oleh kepala hukum Warner Bros., Wayne M. Smith, studio tersebut menuduh ByteDance melakukan "pelanggaran mencolok" terhadap hak cipta mereka. Seedance 2.0, yang mampu menghasilkan video fotorealistik hanya dari teks, dilaporkan telah digunakan untuk membuat konten yang menampilkan karakter-karakter legendaris seperti Superman dan Batman.
Warner Bros. menegaskan bahwa mereka tidak pernah memberikan izin kepada ByteDance untuk menggunakan karakter-karakter tersebut dalam melatih model AI mereka atau untuk memproduksi karya turunan melalui platform tersebut.
Sentilan Pribadi untuk Eksekutif ByteDance
Salah satu poin paling menarik dalam surat tersebut adalah serangan personal terhadap John Rogovin, yang kini menjabat sebagai salah satu petinggi hukum di ByteDance. Rogovin bukanlah orang asing bagi Warner Bros.; ia pernah menjabat sebagai penasihat umum di studio tersebut hingga tahun 2022.
"Mengingat sejarah Anda bersama Warner Bros.," tulis Smith dalam surat tersebut, "Anda tentu memahami betapa penting dan berharganya karya-karya berhak cipta Warner Bros. Discovery, termasuk karakter Superman dan Batman yang Anda habiskan sebagian besar karier Anda untuk melindunginya."
Gelombang Perlawanan Hollywood
Langkah Warner Bros. ini menyusul tindakan serupa dari Disney, Paramount, dan Netflix. Hollywood tampaknya mulai bersatu untuk melawan apa yang mereka sebut sebagai "pencurian skala besar" terhadap aset kreatif mereka.
Sebelumnya, video-video hasil generatif Seedance 2.0 viral di media sosial, salah satunya menampilkan aktor Tom Cruise dan Brad Pitt berkelahi di atap gedung. Selain masalah karakter fiksi, penggunaan kemiripan wajah aktor (likeness) tanpa izin juga menjadi sorotan tajam dari serikat aktor SAG-AFTRA.
Tanggapan ByteDance
Menghadapi tekanan dari berbagai studio besar, juru bicara ByteDance menyatakan bahwa perusahaan menghormati hak kekayaan intelektual dan tengah mengambil langkah-langkah untuk memperkuat perlindungan pada sistem mereka. Mereka berjanji akan memperketat filter agar pengguna tidak dapat lagi membuat konten yang melanggar hak cipta atau menggunakan identitas orang lain secara ilegal.
Apa Dampaknya Bagi Masa Depan AI?
Kasus ini diprediksi akan menjadi tonggak penting dalam regulasi kecerdasan buatan global. Jika Hollywood berhasil memenangkan tuntutan ini, perusahaan AI di seluruh dunia mungkin harus membayar lisensi yang sangat mahal atau menghapus data-data berhak cipta dari sistem pelatihan mereka, yang berpotensi mengubah cara teknologi generatif berkembang di masa depan.
*****
Sumber: Deadline
